Daftar Korban Longsor di Sembahe: Lima Tewas dan Satu Selamat

Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada malam hari Selasa, 7 April 2026, telah menimbulkan dampak yang sangat tragis. Dalam insiden ini, lima orang dinyatakan meninggal dan satu orang selamat. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di daerah rawan longsor, terutama saat hujan lebat melanda.
Penyebab dan Kronologi Kejadian
Longsor yang terjadi di Sembahe disebabkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut dari sore hingga malam hari. Material tanah dan bebatuan dari lereng perbukitan menutup akses jalan lintas Medan–Berastagi, khususnya di area sebelum jembatan Sembahe. Kejadian ini mengakibatkan sejumlah kendaraan dan warga yang melintas terjebak di bawah timbunan material longsor.
Menurut keterangan Camat Sibolangit, Muhammad Arif Budiman, longsor terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, saat curah hujan mencapai puncaknya. “Longsor terjadi saat hujan lebat dan angin kencang. Material dari lereng menimbun kendaraan dan warga yang melintas di lokasi,” ujarnya menjelaskan situasi yang mengerikan tersebut.
Data Korban Longsor Sembahe
Dalam peristiwa ini, enam warga menjadi korban, dengan rincian lima orang dinyatakan meninggal dunia setelah terjebak di bawah material longsor, sedangkan satu orang berhasil selamat dan kini menjalani perawatan medis di RS Pancurbatu. Identitas korban yang meninggal dunia adalah sebagai berikut:
- Gobal Sembiring (39)
- Riski Sembiring (14)
- Boy Simorangkir (51)
- Rosmawati br Ginting (49)
- Jamilah br Ginting (48)
Sementara itu, Sehat br Tarigan (65) adalah satu-satunya korban yang berhasil selamat dari insiden ini dan saat ini masih mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Proses Evakuasi Korban
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas wilayah Medan, serta unsur TNI, Polri, dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi. Pencarian korban dimulai sejak Selasa malam dengan metode manual, mengingat kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak mendukung.
Upaya pencarian berlangsung dengan penuh tantangan. Tim harus berhadapan dengan hujan yang masih deras serta medan yang licin. Pada Rabu pagi, alat berat akhirnya didatangkan untuk mempercepat proses pengangkatan material longsor yang menutupi jalan dan korban. “Seluruh korban berhasil dievakuasi pada pagi hari setelah upaya pencarian intensif yang dilakukan sejak malam,” ungkap salah satu petugas di lokasi.
Dampak Terhadap Lalu Lintas
Peristiwa longsor ini juga berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas di jalur Medan–Berastagi. Jalan tersebut sempat lumpuh total akibat tertutup material longsor, sehingga petugas gabungan terus melakukan pembersihan untuk memulihkan akses transportasi. Jalur ini merupakan penghubung vital antara Kota Medan dengan kawasan dataran tinggi Karo, sehingga kebangkitan aksesnya sangat penting bagi masyarakat.
Imbauan dari Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama bagi pengguna jalan yang melewati kawasan rawan longsor. Mengingat curah hujan yang tinggi di wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir, kewaspadaan menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat diharapkan selalu memantau kondisi cuaca dan menghindari perjalanan di daerah yang diketahui berpotensi longsor.
Longsor di Sembahe menjadi sebuah tragedi yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Masyarakat dan pemerintah perlu bekerja sama dalam meningkatkan sistem peringatan dini dan mitigasi bencana guna mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Pengalaman Warga dan Kesadaran akan Bencana
Sejumlah warga yang pernah mengalami bencana alam di daerah tersebut mengungkapkan bahwa mereka sudah mulai menyadari pentingnya kewaspadaan terhadap bencana. Beberapa dari mereka mengungkapkan kekhawatiran akan terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang, terutama saat musim hujan. “Kami selalu berdoa agar tidak terjadi lagi longsor seperti ini,” ungkap salah satu warga yang selamat dari insiden tersebut.
Pentingnya edukasi tentang bencana juga perlu diperkuat, terutama di daerah-daerah yang rawan longsor. Masyarakat perlu dilibatkan dalam program-program mitigasi bencana dan pelatihan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Hal ini diharapkan dapat mengurangi jumlah korban jika bencana serupa terjadi di masa mendatang.
Rencana Tindakan Masa Depan
Pemerintah daerah bersama dengan lembaga terkait perlu merencanakan tindakan nyata untuk mencegah terjadinya bencana tanah longsor. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
- Membuat jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses.
- Melakukan penanaman pohon di area lereng yang rawan longsor.
- Melakukan survei rutin terhadap kondisi tanah dan lereng.
- Menyediakan pelatihan untuk masyarakat tentang bagaimana bertindak saat terjadi bencana.
- Meningkatkan sistem peringatan dini untuk memberi tahu masyarakat tentang potensi bencana.
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang, mengurangi risiko serta menyelamatkan nyawa.
Kesimpulan
Peristiwa longsor di Sembahe mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Mari kita bersama-sama berupaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana di masa depan.





