Sertijab Kalapas Tanjungpinang: Suparman Resmi Gantikan Untung Cahyo Sidharto

Pergeseran kepemimpinan di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang menjadi momen penting yang menandai transisi dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan. Pada tanggal 20 April 2026, Serah Terima Jabatan (Sertijab) berlangsung, menandakan bergantinya Untung Cahyo Sidharto dengan Suparman. Acara ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga mencerminkan harapan baru bagi perkembangan lembaga pemasyarakatan di wilayah tersebut.
Serah Terima Jabatan yang Bersejarah
Sertijab kali ini dilaksanakan di Aula Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Riau, Aris Munandar, serta berbagai perwakilan dari Forkopimda dan stakeholder terkait. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat terhadap keberlanjutan program pemasyarakatan di wilayah ini.
Perjalanan Jabatan Untung Cahyo Sidharto
Selama menjabat, Untung Cahyo Sidharto telah mengabdikan dirinya selama lebih dari satu tahun, tepatnya 1 tahun 2 bulan 20 hari. Selama masa tugasnya, ia berhasil menjalankan program-program yang berdampak positif bagi penghuni lapas dan masyarakat sekitar. Kini, ia akan melanjutkan kariernya sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Curup di Bengkulu.
Harapan dan Pesan dari Untung Cahyo Sidharto
Dalam sambutannya, Untung mengekspresikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung selama masa jabatannya. Ia menegaskan bahwa kerjasama yang baik adalah kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas. “Terima kasih atas dukungan yang diberikan, saya juga mohon maaf jika terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak,” tuturnya dengan tulus.
Suparman: Kepala Lapas Baru dengan Visi Maju
Suparman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas Tenggarong di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kini siap mengambil alih tanggung jawab di Tanjungpinang. Dalam pidatonya, ia menyampaikan harapan agar semua pihak dapat bersinergi dalam menjalankan tugasnya di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.
Komitmen Suparman untuk Membangun Sinergi
Suparman menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari semua pihak. “Kami berharap ada arahan dan dukungan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas Lapas IIA Tanjungpinang,” ungkapnya. Komitmennya ini menunjukkan niat baik untuk melanjutkan program-program yang telah ada dan mengembangkan yang baru.
Pentingnya Kolaborasi Antarinstansi
Di sisi lain, Aris Munandar, sebagai Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Riau, menyoroti urgensi kerjasama antarinstansi dalam mendukung program pemasyarakatan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program pemasyarakatan tidak hanya tergantung pada satu pihak saja. “Kami berharap kepala lapas yang baru dapat terus membangun sinergi serta kerja sama dengan instansi terkait,” imbuhnya.
Peran Stakeholder dalam Pemasyarakatan
Kerjasama yang erat antara berbagai stakeholder sangat diperlukan untuk menciptakan sistem pemasyarakatan yang efektif. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam kolaborasi ini antara lain:
- Pengembangan program rehabilitasi bagi narapidana.
- Implementasi kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
- Peningkatan kapasitas petugas Lapas melalui pelatihan.
- Partisipasi aktif dari masyarakat dalam program-program pemasyarakatan.
- Sinergi dengan lembaga maupun organisasi non-pemerintah.
Masa Depan Lapas Kelas IIA Tanjungpinang
Dengan dilantiknya Suparman sebagai Kepala Lapas yang baru, banyak pihak berharap akan ada inovasi dan peningkatan dalam sistem pemasyarakatan di Tanjungpinang. Suparman diharapkan dapat membawa perubahan yang positif dan berkelanjutan, terutama dalam hal pembinaan dan rehabilitasi narapidana.
Inisiatif Baru di Bawah Kepemimpinan Suparman
Suparman berkomitmen untuk memprioritaskan beberapa inisiatif penting, seperti:
- Meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan bagi narapidana.
- Menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
- Melaksanakan program-program yang mendukung reintegrasi sosial narapidana.
- Memperkuat sistem keamanan dan pengawasan di Lapas.
- Mendorong inovasi dalam manajemen lapas yang lebih modern.
Kesimpulan yang Membangun Harapan
Serah Terima Jabatan di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang bukan sekadar pergantian pemimpin, tetapi juga merupakan langkah maju bagi lembaga pemasyarakatan. Harapan akan kolaborasi yang lebih baik, program-program yang lebih inovatif, dan keberhasilan dalam pembinaan narapidana menjadi tujuan bersama. Dengan kehadiran Suparman, Lapas Kelas IIA Tanjungpinang diharapkan dapat mencapai kemajuan yang signifikan dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia.






