GP Al Washliyah Mendesak Tindakan Tegas terhadap Provokator Gangguan Stabilitas Terkait Isu Pemakzulan Presiden Prabowo

Isu pemakzulan Presiden Prabowo Subianto yang belakangan ini menjadi perbincangan di ruang publik, dipersepsikan sebagai bentuk provokasi yang dapat mengguncang kestabilan nasional.
Respon PP-GPA Terhadap Isu Pemakzulan
Sebagai respons terhadap beredarnya isu ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP-GPA), Aminullah Siagian, menuntut aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri), untuk segera bertindak tegas terhadap individu yang menyebarkan isu tersebut.
Aminullah menegaskan bahwa dalam negara demokrasi, penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun, ia dengan tegas membedakan antara aspirasi yang sehat dengan aksi provokasi yang disertai ujaran kebencian dan hasutan yang berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.
Maintaining National Political Stability
“Jika ada pihak yang terbukti menyebarkan provokasi dan menimbulkan keresahan dengan menghembuskan agenda pemakzulan presiden, aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah tegas. Ini penting untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan negara,” ujar Aminullah dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menjaga Kondusivitas Politik Nasional
Menurutnya, isu pemakzulan yang tidak disertai landasan konstitusional yang kuat dan hanya bertujuan untuk menggoyahkan pemerintahan yang sah harus dihentikan. Ia meminta aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk tidak membiarkan kelompok mana pun mencoba mengganggu jalannya roda pemerintahan.
Lebih lanjut, Aminullah mengajak seluruh elemen bangsa untuk menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Ia mengingatkan bahwa narasi-narasi yang bersifat memecah belah hanya akan merugikan bangsa sendiri.
Call to Prioritize Unity
“Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri. Jangan sampai isu-isu yang provokatif justru menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah harga mati yang harus kita jaga bersama di atas segala kepentingan kelompok atau golongan,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Aminullah juga mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibangun di atas fondasi kebersamaan dan semangat persatuan yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa. Ia mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan narasi yang dapat merusak warisan berharga tersebut.
“Negeri ini adalah warisan para pejuang yang tak ternilai harganya. Jangan sampai ada pihak yang mencoba merusak persatuan bangsa hanya dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Mari kita kawal pemerintahan yang sah dan fokus pada pembangunan bangsa,” tutupnya.
Hingga saat ini, isu pemakzulan yang beredar masih menjadi perbincangan hangat di media sosial, namun belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait mengenai validitas wacana tersebut. Aparat keamanan pun terus memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).