MTsN 7 Solok Selenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Bawah Kakan Kemenag

MTsN 7 Solok baru-baru ini menggelar kegiatan yang sangat penting menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, madrasah ini melaksanakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, yang diresmikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, M.A. Acara tersebut berlangsung di kampus madrasah Puncak Guak Langgang pada tanggal 10 Juni 2026. Kegiatan ini juga didampingi oleh Kasi Penmad Kemenag, Lizi Virma Surianty, M.Si.
Tujuan dan Tema Workshop
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Dra. Ifa Yetriani, menjelaskan bahwa workshop ini mengusung tema “Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Cinta.” Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 Juni 2026, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, yaitu Parti Erlinda, SP, M.Pd, yang merupakan Kepala Bidang Kurikulum di MTsN Kota Solok. Seluruh tenaga pendidik MTsN 7 Solok menjadi peserta dalam kegiatan ini.
Ifa menekankan bahwa tujuan utama dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat implementasi kurikulum di lingkungan madrasah. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai cinta dan kasih sayang dalam proses belajar mengajar.
Apresiasi dari Kakan Kemenag
Dalam pembukaan workshop, H. Dedi Wandra, yang akrab disapa Dewa, memberikan apresiasi yang tinggi kepada MTsN 7 Solok atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya memahami dan menerapkan motto madrasah, yaitu “Madrasah Maju Bermutu Mendunia”. Poin ini sangat relevan dalam konteks pendidikan saat ini, di mana madrasah dituntut untuk menjadi institusi yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu bersaing di kancah global.
Pentingnya Kehadiran Guru dalam Proses Belajar
Dewa juga mengingatkan kepada para pendidik untuk menjadi sosok yang selalu dinantikan oleh siswa. Mengajar harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, agar tercipta ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Ia berharap bahwa ilmu yang disampaikan oleh narasumber dalam workshop ini dapat memberikan manfaat yang besar dan bernilai ibadah bagi semua peserta.
Mendorong Kerukunan dan Pendidikan Unggul
Di samping itu, Dedi Wandra mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di MTsN 7 Solok untuk berkomitmen dalam menyukseskan Asta Protas Kementerian Agama. Ia menekankan pentingnya cinta kerukunan melalui kurikulum berbasis cinta, serta penguatan ekoteologi dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan sinergis.
Proses Pembelajaran yang Interaktif
Setelah pembukaan resmi oleh Kakan Kemenag, workshop yang berlangsung selama dua hari ini melanjutkan dengan penyampaian materi dari narasumber. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan diskusi interaktif untuk pengembangan pemahaman peserta. Dengan cara ini, diharapkan para pendidik dapat menginternalisasi dan menerapkan konsep kurikulum berbasis cinta dalam praktik sehari-hari di kelas.
Manfaat Workshop bagi Tenaga Pendidik
Melalui kegiatan ini, para tenaga pendidik diharapkan mendapatkan beberapa manfaat, antara lain:
- Memperoleh pengetahuan baru tentang kurikulum berbasis cinta.
- Meningkatkan keterampilan mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan.
- Membangun jaringan dan kolaborasi antar pendidik.
- Mendapatkan inspirasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif.
- Memperkuat komitmen terhadap visi pendidikan madrasah.
Kesimpulan
Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 7 Solok adalah langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik dan menghadirkan narasumber yang kompeten, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk transformasi pendidikan yang lebih baik. Melalui pengajaran yang penuh cinta dan keikhlasan, madrasah ini berkomitmen untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang tinggi.





