SDN 004 Letung dan BKMT Jemaja Semarakkan Pawai Obor Menyambut 1 Muharram 1448 H

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 Masehi, SD Negeri 004 Letung mengadakan pawai obor yang berlangsung pada malam Kamis. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga sebuah momen penting untuk memperkuat rasa persaudaraan dan syiar Islam di kalangan masyarakat.
Meriahnya Pawai Obor di Letung
Pawai obor yang dilaksanakan oleh SD Negeri 004 Letung mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat. Kegiatan yang diadakan ini berhasil menarik perhatian banyak orang dan menjadi sarana untuk menyebarkan nilai-nilai Islam serta mempererat silaturahmi antarwarga.
Pawai dimulai dari area sekolah, SD Negeri 004 Letung yang berada di Kampung Baru, menuju Lapangan Tugu Proklamasi di Kecamatan Jemaja. Ratusan warga berpartisipasi, menciptakan suasana yang semarak dan penuh kebahagiaan.
Peserta Pawai dan Antusiasme Masyarakat
Awalnya, pawai ini direncanakan hanya diikuti oleh 153 siswa, guru, dan anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Jemaja. Namun, berkat antusiasme yang tinggi dari masyarakat, jumlah peserta melonjak hingga mencapai sekitar 300 orang. Ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut sangat diterima dan dinanti oleh komunitas.
- Orang tua siswa
- Anggota BKMT Jemaja
- Jamaah Masjid Al-Kautsar
- Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
- Masyarakat umum
Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak
Pelaksanaan pawai obor ini tidak lepas dari dukungan berbagai elemen, termasuk perwakilan Camat Jemaja yang turut hadir untuk menyaksikan acara tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub), Polsek Jemaja, dan Pos Angkatan Laut (Posal) Jemaja juga berperan aktif dalam mengatur lalu lintas dan memastikan keselamatan sepanjang rute pawai. Ini menjadi salah satu faktor penting yang membantu kelancaran acara.
Persembahan Shalawat di Lapangan Tugu Proklamasi
Setelah menempuh perjalanan menuju Lapangan Tugu Proklamasi, para peserta, terutama siswa-siswi, tampil memukau dengan menyanyikan shalawat yang diiringi oleh tabuhan gendang marawis. Penampilan ini dilaksanakan dengan semangat dan kekompakan yang tinggi, menambah suasana meriah di lokasi.
Tepuk tangan dan sorakan dari orang tua murid serta masyarakat yang hadir semakin menambah semarak acara. Banyak pengguna jalan yang menghentikan kendaraan mereka untuk menikmati penampilan yang khidmat ini, menunjukkan betapa besarnya perhatian masyarakat terhadap kegiatan positif semacam ini.
Inspirasi di Balik Kegiatan Pawai Obor
Kepala SD Negeri 004 Letung, Roslinda, S.Pd.SD., Gr., mengungkapkan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap menurunnya semarak peringatan Tahun Baru Islam di lingkungan masyarakat Letung. Ia mencatat bahwa banyak anak-anak dan masyarakat yang lebih mengenal tahun baru Masehi dibandingkan dengan Tahun Baru Hijriah.
“Sebagai kepala sekolah, saya ingin mengingatkan bahwa umat Islam juga memiliki tahun baru, yaitu Tahun Baru Hijriah. Dari situ, ide untuk mengadakan pawai obor ini muncul,” tuturnya. Pelaksanaan kegiatan di malam hari dipilih agar lebih banyak masyarakat dapat terlibat dan merasakan kehangatan acara ini.
Respon Positif dari Masyarakat
Roslinda mengungkapkan bahwa keputusan untuk menggelar pawai pada malam hari terbukti efektif. Respons masyarakat sangat positif, melampaui ekspektasi awal panitia yang hanya mengira kegiatan ini akan biasa-biasa saja. “Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Banyak yang ikut bergabung dan mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk BKMT, pengurus masjid, PHBI, orang tua siswa, serta masyarakat umum. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara berbagai elemen dalam menciptakan acara yang bermanfaat.
Kolaborasi dalam Mewujudkan Kegiatan yang Berhasil
Roslinda menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang oleh BKMT dan kemudian SD Negeri 004 berkolaborasi untuk pelaksanaannya. Dukungan dari PHBI, Kecamatan Jemaja, dan berbagai elemen masyarakat lainnya juga sangat berarti. “Alhamdulillah, semua dapat bekerja sama sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan meriah,” ungkapnya.
Sekolah juga berkomitmen untuk terus memperkuat program-program keagamaan di lingkungan pendidikan. Roslinda menjelaskan bahwa setelah tahun ajaran baru, sekolah akan menyiapkan berbagai program baru yang fokus pada kegiatan keagamaan, sehingga dapat memperkuat pemahaman agama di kalangan siswa.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah ini, Roslinda berharap agar seluruh masyarakat diberikan keberkahan, kemudahan rezeki, dan kesuksesan dalam menjalani berbagai urusan kehidupan. Kegiatan ini menjadi sebuah contoh nyata bahwa sinergi antara sekolah, orang tua, tokoh agama, masyarakat, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan bisa menghasilkan syiar Islam yang positif.
Melalui pawai obor ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat semakin mengakar di dalam diri generasi muda di Letung, menjadikan mereka individu yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berbudi pekerti baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

